troubleshooting pada komputer

1. Komputer Tidak Mau Hidup
Cara Mengatasinya :
– Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke tombol power pada PC)
– Cek apakah stabilizer berfungsi atau tdak (jika memakai stabilizer)
– Cek kabel power pada CPU
– Jika masih juga tidak mau hidup permasalahanya mungkin terletak pada power supply atau MB2.
2. Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting
Cara Mengatasinya :
Kenali Terlebih dahulu Bunyi Beep :
Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer baik
Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di memory
Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek Kerusakan di VGA card
Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek Kerusakan di DRAM parity
Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory atau memory video
– Cek dengan menggunakan software diagnosa seperti sisoft sandra, PC mark04, PC mark05 dll.
3. Komputer Mau Booting Tetapi Selalu “Safe Mode “ (untuk masuk ke safe mode tekan F8)
Cara Mengatasinya :
– Restart kembali komputer anda
– Jika masih trouble intall ulang windows anda
– Jika masih safe mode juga, berarti HD anda bermasalah
Cek dengan : Scan Disk.
4. Komputer Sering Hang
Cara Mengatasinya :
– Disebabkan software mengalami crash
– tekan ctrl + alt + del >> klik End task pada program yang “Not Responding”
– tekan tombol restart pada CPU
– Disebabkan hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware baru)
– konflik antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows
– install ulang windows anda, tetapi yang perlu diingat sebelum reinstall windows anda,
lepaskan dulu hardware baru anda
– alankan fasilitas “add new“ hardware yang terdapat pada control panel.
5. Keyboard Tidak Dikenali Oleh Komputer
Cara Mengatasinya
– Cek Apakah Keyboard Anda Sudah Terpasang Dengan Benar
– Jika Sudah Tapi Masih Juga Keyboard Tidak Terdeteksi Maka Kemungkinan Keyboard Anda Bermasalah.
– Coba Ganti Keyboard Anda, Jika Sudah Diganti Tapi Juga Masih Bermasalah Maka Kemungkinan Besar Yang Rusak Adalah Di Bagian Port Keyboard Di MB Anda.
– Jika Memang Sudah Di Ganti Keyboard Baru Tapi Tetap Tidak Terdeteksi Juga Coba Ganti Dengan Keyboard USB Dan Apabila Tidak Terdeteksi Juga Berarti Ada Yang Salah Pada Sitem Windows Sobat6 Mouse Tidak Dikenali Oleh Komputer (Sama Denagn Kasus Keyboard).
6. Pointer Mouse Selalu Meloncat-Loncat
Cara Mengatasinya
– Mouse kotor segera di Bersihkan (khususnya pada bola mouse).
7. Komputer Sering Crash
Cara Mengatasinya :
– Cek semua posisi kabel, hardware, dan juga tegangan pada casing, cek suhu pada CPU dan juGa cek ram, processor dan juga vga.
8. Bila Produsen MetherBoard(MB) Tidak Diketahui
Cara Mengatasinya :
– Membuka casing, dan cek CPU anda biasanya sebuah MB memiliki label produsen yang sekaligus berisi spesifikasi tipe Mbnya.
– Lihat pada manual book
– Cari data Mb lewat internet, cocokan ID yang tercetak pada sticker board denan daftar yang terdapat pada situs http://www.fcc.gov/oet/fccid, dan cari daftar nomor ID yang dikeluarkan oleh lembaga perijinan untuk perangkat elektonik di Amerika
– Gunakan software analisa, seperti sandra99 dll.
9. Lupa Password BIOS
Cara Mengatasinya :
– Cabut batterey cmos pada cpu
– Atau dengan cara emncoba menebak bberapa password default untuk beberapa produsen bios misalkan AMI dan AWARD (contoh : A.M.I, AMI, AMI_SW, ALLY, 589589 dll)
10. Jam dan setting tanggal BIOS Selalu Berubah-Rubah
Cara Mengatasinya :
– Baterai cmos sudah tidak berfungsi (mati), ganti dengan batteray yang baru.
11. Menambah Perangkat Hardware Baru, Tp Tidak Terdeteksi Oleh BIOS
Cara Mengatasinya :
– Kemungkinan besar bios anda sudah kuno sehingga tidak dapat mendeteksi hardware yang baru, maka segera update bios anda (bisa download melalui internet, mis : http://www.windrivers.com).
12. Melacak Kerusakan Card Pada MB
Cara Mengatasinya :
– Cobalah Dengan mencabut dan Menancapkan Beberapa Card Pada MB Anda
– Jika Booting Berhasil Maka Card Anda Tidak Bermasalah Begitu Juga Sebaliknya.
13. Pasang Processor Baru Tp Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
– Cek Apakah Anda Sudah Memasang Processor Denan Benar
– Cek Apakah Posisi Jumper Pada Processor Sudah Benar (Tentang Jumper Pada Processor Bisa Anda Priksa Pada Manual Booknya).
14. Crash Setelah Memasang RAM Baru
Cara Mengatasinya :
– Kemungkinan ram yang anda pasang tidak kompatibel dengan komputer anda (cabut ram tersebut).
15. Menambah RAM Tapi Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
– Lakukan pengecekan seperti ketika kasus sebelumnya
– Pastikan slot yan dipakai sesuai, misalnya : SD RAM memiliki slot yang hampir sama dengan RD RAM tetapi RD RAM, tidak bisa terdeteksi meskipun bisa dipasang pada slot jenis SD RAM.
16. Setelah Menambah RAM Proses Komputer Manjadi Semakin Lambat
Cara Mengatasinya :
– Perhatikan batas kapasitas ram anda, misalnya ram jenis EDO batas maksimalnya adalah 64 MB, maka ketika dipaksakan untuk ditambah maka komputer anda menjadi semakin lambat.
17. Virtual Ram
Cara Mengatasinya :
– Klik kanan icon My computer, pilih propertis, kemudian pilih tab performance dan klik VIRTUAL MEMORY
– Pilih item let me specify my own virtual memory setting (pilih HD yang akan digunakan sebagai virtual memory)
– Klik OK.
18. Monitor Tidak Mau Nyala
Cara Mengatasinya :
– Pastikan semua kabel power maupun konektor yang berhubungan dengan monitor ok
– Pastikan juga pin yang ada pada port VGA masuk dengan sempuran tidak ada yang bengkok apalagi tidak masuk semua/salah satu pin ke port VGA
– Pastikan juga VGA card anda ok.
19. Monitor Menjadi Gelap Saat Loading Windows
Cara Mengatasinya :
– Kemungkinan disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat(setting frekuensinya terlalu tinggi)
– Masuk dulu ke dalam kondisi safe mode (tekan F8)
– Install ulang driver VGAnya.
20. Tampilan Tiba-Tiba Rusak Dan Komputer Manjadi Hang
Cara Mengatasinya :
– Mungkin suhu (pada VGA card) sangat panas.
21. Ukuran Tampilan monitor Tidak Sesuai Keinginan
Cara Mengatasinya :
– Masuk ke display propertis (klik kana semabrang tempat pilih propertis)
– Tekan tab setting dan dan atur ukuran tampilan sesuai dengan keinginan (pada screean area).
22. Monitor Seperti Berkedip Saat Digunakan
Cara Mengatasinya :
– Masuk ke display propertis (klik kana semabrang tempat pilih propertis)
– Tekan tab setting dan klik advance, kemudian klik adapter, pada bagian ini ditampilkan refresh rate yang dinginkan
23. Sound Card Baru Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
– Crash dengan sound card yang lama
– Cek pada manual booknya, apakah soundcard onboardnya perlu dimatikan atau tidak jika hendak menginstall ulang soundcard yang baru (biasanya bisa dimatikan lewat jumper atau bios).
Sumpah Panjang kalii…..
kelen Pikirnya itu asli dari otakku semua……
Sumpah JANJI ENGGAKKKKKKKKKK
nih kuletakkan sumber aslinya

Cara menginstall windows 8

Langkah langkah Cara menginstall windows 8

Pertama, Anda perlu booting komputer Anda menggunakan media instalasi Windows 8 (CD atau USB flashdisk). Jika Anda menggunakan mesin virtual, boot dari instalasi image Iso.

Windows 8 membutuhkan waktu beberapa saat untuk memuat file setup, di mana Anda akan melihat sebagian besar layar hitam, mirip dengan gambar yang di bawah ini.

Setelah file yang diperlukan akan disalin, setup dimulai dengan menanyakan apa bahasa, waktu, mata uang dan pengaturan input keyboard yang ingin Anda gunakan. Membuat pilihan yang Anda inginkan dan klik Next.

Klik tombol “Install Now” untuk memulai proses instalasi windows 8

Anda akan diminta untuk memasukkan kunci produk yang diperlukan untuk mengaktifkan instalasi Windows 8. Ketik kunci produk yang Anda beli dan klik Next. Jika Anda telah membeli versi eceran Windows 8, kunci produk akan ditemukan dalam kemasan cakram instalasi. Kunci produk yang sama kemudian akan diminta untuk mengaktifkan Windows 8, setelah instalasi selesai.

Anda akan diminta membaca perjanjian lisensi, centang kotak bertulisan “I accept the license terms” lalu klik tombol Next

Anda akan diminta untuk memilih antara membuat upgrade atau instalasi custom. Pilih “Custom: Install Windows only (advanced)”

Sekarang Anda akan diminta untuk memilih di mana Anda ingin menginstal Windows 8. Pilih partisi yang Anda inginkan dan klik Next. Jika Anda menginstal Windows 8 di mesin virtual, atau pada komputer baru Anda harus terlebih dahulu membuat partisi. Oleh karena itu klik Drive Options.

Kemudian, buatlah partisi baru dengan menggunakan tombol New.

Tentukan ukuran partisi yang diinginkan lalu klik Apply
Catatan: Windows 8 setidaknya memerlukan ruang harrdisk sebesar 10GB, jika ingin menginstall aplikasi lain pada partisi yang sama setidaknya buatlah minimal sebesar 20 – 30GB.

Anda akan diminta untuk mengkonfirmasi jika sudah OK Windows 8 menciptakan sebuah partisi tambahan untuk file sistem, yang akan digunakan untuk boot dan pemulihan. Klik OK.

Pastikan partisi yang dipilih benar dan klik Next.

CATATAN: Pada langkah ini Anda juga dapat memformat partisi di mana Windows 8 akan diinstal, sebelum menekan Next.

Instalasi akhirnya dimulai. Setup akan memakan waktu beberapa menit untuk menyalin semua file yang dibutuhkan dan menginstal sistem operasi.

Setelah instalasi selesai, Windows 8 setup secara otomatis akan mereboot sistem. Kemudian, Anda akan melihat proses dari persiapan yang dibuat untuk login pertama. Agar proses ini selesai, Mungkin diperukan beberapa kali restart lagi, tergantung pada konfigurasi hardware komputer masing masing.

Personalisasi Instalasi Windows 8

Setelah reboot selesai, Windows 8 akan membutuhkan beberapa waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Kemudian, Anda akan diminta untuk personalisasi instalasi Windows 8 Anda. Mulailah dengan memberikan nama untuk komputer Anda. Jika Anda mengetik beberapa Karakter “tidak sah” seperti $, %, &, Anda akan diberitahu bahwa karakter ini gak bisa dipakai. Juga, pilih warna background yang Anda inginkan. Setelah selesai, klik Next.

Jika Anda menginstal Windows 8 pada laptop atau perangkat dengan kartu jaringan nirkabel (wifi), Anda akan diminta untuk memilih jaringan nirkabel untuk menghubungkan dan memasukkan password yang sesuai untuk koneksi ke jaringan wifi. Pada komputer atau perangkat yang terhubung melalui kabel ke jaringan, Anda tidak akan melalui langkah ini.
Selanjutnya, Anda perlu memilih apakah Anda ingin menggunakan Express Setting yang dibundel bersama Windows 8, atau Anda ingin menyesuaikan instalasi Anda. Untuk ini kita akan memilih opsi Customize, klik Customize.

Pertama, Anda akan ditanya apakah Anda ingin mengaktifkan file sharing atau tidak. Silahkan Pilih opsi yang Anda inginkan.

Kemudian Anda akan ditanya untuk pengaturan yang diinginkan pada Windows update, dan fitur keamanan seperti Smartscreen Filter, Seuaikan dengan keinginan masing-masing dan klik Next.

Selanjutnya, Anda akan ditanya apakah Anda ingin mengirim berbagai jenis informasi kepada Microsoft. Silahkan atur hal-hal sesuai dengan preferensi Anda dan klik Next.

Kemudian, Anda ditanya tentang pemecahan masalah dan pilihan apa yang ingin Anda nyalakan. Juga, Anda dapat mengatur jika aplikasi dapat menggunakan nama dan gambar akun dan jika mereka diizinkan untuk mengakses lokasi Anda. Silahkan atur hal-hal seperti yang anda inginkan dan klik Next.

Akhirnya, Anda sampai ke layar “Sign in to your PC“. Untuk dapat merasakan beda Windows 8 sepenuhnya, yang terbaik adalah dengan menggunakan akun Microsoft (juga dikenal sebagai Windows Live ID, akun email hotmail) untuk sign in Ketik akun Microsoft dan klik Next.

Catatan: Jika Anda lebih suka tidak masuk menggunakan akun Microsoft, klik link “Sign in without a Microsoft account” di bagian bawah jendela dan ikuti petunjuk yang ditunjukkan oleh setup wizard.

Kemudian, Anda akan diminta memasukkan sandi akun Microsoft. Ketik dan klik Next.

Kemudian, Anda dapat memberikan e-mail dan nomor telepon alternatif untuk memulihkan password account Anda, jika Anda lupa atau diubah oleh orang yang tidak diinginkan. Silahkan masukkan rincian yang diminta dan klik Next.

Windows 8 membutuhkan waktu untuk mempersiapkan komputer Anda dan semua pengaturan, harap bersabar.

Sementara persiapan dilakukan, Anda akan ditampilkan tutorial singkat tentang cara mengakses bar pesona baru (Charm Bar) – salah satu perubahan yang paling penting dalam Windows 8. Saya sarankan agar Anda memperhatikan petunjuk yang ditampilkan pada tahap ini.

Setelah tutorial berakhir, Anda akan ditampilkan informasi lebih lanjut tentang kemajuan kustomisasi 8 Windows melalui layar berwarna dan beberapa pesan.

Setelah semuanya selesai, Anda akan ditampilkan Start Screen Windows 8.

Jika Anda menekan tombol Win + D atau klik pada ubin Desktop, Anda juga dapat melihat dan mendapati desktop klasik.

Cara Instalasi Windows 7

Cara Instalasi Windows 7

Masukkan DVD windows 7 atau colokkan flashdisk windows 7 kita, dan kemudian booting lah memakai media yang telah kita pilih, lalu proses loading file akan dimulai.
clip_image002
Pilih bahasa Anda, waktu & format mata uang, keyboard atau metode input dan klik Next.
clip_image004
Klik Install now
clip_image006
Conteng I accept the license terms dan klik Next.
clip_image008
Klik Upgrade jika Anda sudah mempunyai versi Windows sebelumnya atau Custom (advanced) jika anda tidak memiliki versi Windows sebelumnya atau ingin menginstal salinan baru Windows 7.
clip_image010
(Lewati langkah ini jika Anda memilih Upgrade dan hanya memiliki satu partisi) Pilih drive mana Anda ingin menginstal Windows 7 dan klik Next. Jika Anda ingin membuat partisi, klik opsi Drive options (advanced), buatlah partisi dan kemudian klik Next.
clip_image012
Sekarang akan dimulai menginstal Windows 7. Langkah pertama, (yaitu Windows mulai menyalin file) sudah dilakukan ketika anda booting DVD/fd Windows 7 sehingga akan selesai seketika.
clip_image014
Setelah menyelesaikan langkah pertama, ia akan memperluas (decompress) file yang telah disalin.
clip_image016
clip_image018
Langkah ketiga dan keempat juga akan diselesaikan langsung seperti langkah pertama.
clip_image020
clip_image022
Setelah itu secara otomatis akan restart setelah 15 detik dan melanjutkan setup. Anda juga dapat klik Restart now untuk restart tanpa perlu menunggu.
clip_image024
clip_image025
clip_image027
Setelah restart untuk pertama kalinya, proses setup akan dilanjutkan. Ini adalah langkah terakhir sehingga akan mengambil waktu yang agak lamadaripada langkah sebelumnya.
clip_image029
Sekarang akan otomatis restart lagi dan melanjutkan setup. Anda dapat klik Restart now untuk restart tanpa perlu menunggu.
clip_image024[1]
clip_image025[1]
clip_image032
clip_image034
Ketik nama pengguna yang Anda inginkan dalam kotak-teks dan klik Next. Nama komputer akan otomatis terisi.
clip_image036
Jika Anda ingin mengatur sandi, ketik di kotak teks dan klik Next.
clip_image038
Ketik kunci produk Anda dalam kotak-teks dan klik Next. Anda juga dapat melewatkan langkah ini dan cukup klik Next jika Anda ingin mengetik kunci produk nanti. Windows akan berjalan hanya selama 30 hari jika Anda melakukan ini.
clip_image040
Pilih opsi yang Anda inginkan untuk Windows Update.
clip_image042
Pilih zona waktu dan klik Next.
clip_image044
Jika anda terhubung ke jaringan apapun, ia akan meminta Anda untuk menetapkan lokasi jaringan.
clip_image046
clip_image048
clip_image050
clip_image052
clip_image054
clip_image056

Cara Instalasi Windows XP

clip_image002

Windows XP Merupakan Operating System (OS) yang sudah lama, meskipun pihak Microsoft sudah tidak lagi merekomendasikan windows XP, namun masih banyak yang masih eksist menggunakan windows XP sampai saat ini, karena selain kemudahan dalam pemakaiannya Windows XP, juga masih digunakan sebagai standarisasi pembelajaran yang di pakai oleh sekolahan-sekolahan dan perguruan tinggi pada umumnya. Serta performanya yang ringan bila dibandingkan dengan Operating Sistem keluaran microsoft yang terbaru. Ini merupakan keunggulan dari windows XP.
Untuk melakukan instalasi
Operating System windows xp memang diperlukan ketelitian dan kesabaran dalam prosesnya, karena proses instalasinya memerlukan waktu yang lumayan lama.
Pada windows XP, ada beberapa jenis yang diantaranya
windows xp professional, Home Edition, Media Center Edition, Tablet PC Edition, Starter Edition, Professional x64 Edition, Professional 64-bit Edition For Itanium.
Berikut langkah-langkah yang mudah dan lengkap untuk
cara menginstal windows xp :
1. Siapkan CD WINDOWS XP
2. Harus ada CD DRIVER Hardwarenya.
3. Setting BIOS agar prioritas bootingnya dimulai dari CD/DVD-ROM, caranya:

  • Masuk ke BIOS dengan menekan tombol Del, atau F1, atau juga F2.
  • Pilih menu Advanced Settings, kemudian carilah ‘Boot Priority’ atau yang sejenis.
  • Ubah pengaturanya, agar CDROM jadi urutan yang pertama kemungkinan pilihan ini ada 2 jenis

* Menu ‘First boot priority’, ‘Second boot priority’ dll: Aturlah ‘First boot priority’ ke ‘CDROM’ dengan menekan tombol PgDn/Pgup (Page Down/Up) atau +/- atau juga F5/F6.
Atur juga ‘Second boot priority’nya ke HDD0/HDD1.
* Jika menunya ‘Boot priority’: atur ke ‘CDROM, C, A’ atau ‘CDROM, A,

  • Setelah bios sudah di setting untuk CD/DVD sebagai  First boot priority, kemudian pilih menu Save and Exit. maka akan otomatis restart dengan sendirinya.

4. Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan “Press any key to boot from CD” seperti tampilan Seperti gambar di bawah ini :

clip_image003

5. Tekan ENTER atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan “windows setup” seperti gambar dibawah ini :

clip_image004

6. lalu file-file di dalam cd akan di load ke dalam komputer, kemudian akan muncul tampilan “welcome to setup” seperti gambar dibawah ini :

clip_image004[1]

7. Tekan “ENTER” untuk menginstal Windows XP, “R” untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal, “F3” untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement) seperti gambar di bawah ini :

clip_image005

8. Tekan “F8” untuk menyetujui, kemudian proses instalasi akan mencari dan membaca partisi hardisk anda, kemudian akan muncul semua partisi hardisk anda, seperti gambar di bawah ini :

clip_image006

9. Tekan “ENTER” untuk langsung menginstal windows, “C” untuk membuat partisi hardisk anda, kapasitas partisi sesuai dengan kebutuhan anda, dalam satuan MB, selanjutnya jika buat dulu partisi dengan menekan tombol “C“, maka akan muncul gambar seperti di bawah ini :

clip_image007

10. Kemudian tuliskan kapasitas partisi yang ingin anda buat, seperti terlihat pada gambar diatas, sebagai contoh :

Misalkan kapasitas hardisk anda 250 GB, lalu anda ingin membagi dua, maka tuliskan 100000, jangan anda ketik 100, karna partisi satuannya MB, tentunya anda mengerti kan…?? Bahwa ==>> 1GB = 1000 MB, maka 250GB = 250000.

11. Kenudian tekan “ENTER” maka akan muncul gambar seperti dibawah ini :

clip_image008

12. Kemudian pilih “Format the partition using the NTFS file system (Quick)” atau “format the partition using the NTFS file system (Quick)” lalu tekan “ENTER” maka akan muncul layar seperti gambar di bawah ini :

clip_image009

13. Kemudian pilih lagi “unpartitioned space“, lalu tekan “C” maka akan muncul gambar seperti gambar sebelumnya, dalam hal ini layar yang akan muncul seperti gambar sebelumnya menunjukan sisa partisi yang telah anda bagi, jika anda cuma membagi 2 partisi saja maka langsung tekan “ENTER” tapi jika anda ingin mempartisi lagi sisa hardisknya maka tinggal di bagi lagi aja, seperti langkah-langkah sebelumnya, mengertikan maksud saya….??
Setelah selesai partisi ketika anda menekan “ENTER” seperti yang di jelaskan di atas, maka akan muncul gambar sperti gambar diatas, setelah itu arahkan poiter di posisi C: partition1 [New Raw], tapi biasanya sudah berada di posisi tersebut, maka anda tinggal menekan “ENTER” saja untuk proses instalasi windows, kemudian akan muncul proses format seperti gambar di bawah ini :

clip_image010

14. Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi, seperti gambar di bawah ini :

clip_image011

15. Setelah proses penyalinan selesai, secara otomatis komputer akan melakukan restart seperti gambar di bawah ini, dalam hal ini untuk mempercepat proses restart, anda bisa langsung menekan “ENTER

clip_image012

16. Setelah itu akan muncul loading windows seperti gambar di bawah ini :

clip_image013

17. selanjutnya proses instalasi windows di mulai, akan muncul layar seperti gambar di bawah ini :

clip_image014

18. selanjutnya tinggal menunggu, sambil ngopi juga bisa, tapi jangan kemana mana dulu, karna selanjutnya akan muncul layar seperti gambar di bawah ini :

clip_image015

19. Langsung klik “NEXT” lalu mucul lagi layar seperti gambar di bawah ini :

clip_image016

20. Isi nama dan organisasinya, terserah kamu saja… lalu tekan “NEXT” kemudian akan muncul layar seperti gambar di bawah ini :

clip_image017

21. Masukan serial numbernya, jangan sampe salah ya….!!! kemudian tekan “Next” selanjutnya akan muncul layar administrator, isi dengan nama komputer anda. kalau mau pake pasword tinggal di isi juga paswordnya, lalu tekan “Next” maka muncul layar Date and Time Setting seperti gambar di bawah ini :

clip_image018

22. Masukan settingan jam dan tanggal, tentukan juga time zone anda, untuk jakarta : pilih GMT+7 Klik “Next”, setelah proses instalasi windows delanjutkan, seperti gambar di bawah ini :

clip_image019

23. Silahkan Menunggu lumayan lama, sampai muncul layar seperti gambar di bawah ini :

clip_image020

24. Selanjutnya akan muncul layar work group or computer Domain, seperti gambar di bawah ini :

clip_image021

jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka isikan nama domainnya, tapi jika komputer anda stand alone, maka pilih radio button yang paling atas, lalu tekan “Next”

25. Selanjutnya akan muncul display setting, seperti gambar di bawah ini, klik “OK”

clip_image022

26. Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda, seperti terlihat pada gambar di bawah ini, Klik “OK”

clip_image023

27. Proses instalasi hampir selesai, selanjutnya akan muncul loading jendela windows seperti gambar di bawah ini :

clip_image024

28. Selanjutnya anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini, tekan “Next”

clip_image025

29. Selanjutnya akan muncul layar “Help Protect Your PC“, seperti gambar di bawah ini, kemudian pilih “Not Right Now” lalu tekan “Next”

clip_image026

30. Kemudian komputer akan mengecek koneksi ke internet, seprti terlihat pada gambar di bawah ini, pilih “Yes” lalu tekan “Next”

clip_image027

31. Kemudian akan muncul pilihan aktivasi windows, seperti gambar di bawah ini, lalu tekan “Next”

clip_image028

32. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang menunjukan pilihan untuk menambah pengguna komputer, Anda bisa memasukkan beberapa pengguna yang akan mengakses komputer Anda, Namun jika satu akun sudah cukup, atau Anda menginstall komputer untuk dipakai bergantian, cukup masukkan satu user kemudian klik “Next”
33. Proses instalasi windows selesai, kemudian akan muncul layar seperti gambar di bawah ini, klik “finish”, maka proses instalasi selesai…..

clip_image029

35. Selesailah sudah semua…. kemudian perlahan masuk ke windowsnya seperti telihat pada gambar di bawah ini :

clip_image030

clip_image031

36. Kemudian tinggal menginstal CD Driver Hardwarenya, dan perangkat pendukung lainnya.
37. Beres

Troubleshootting pada Komputer

Troubleshootting pada Komputer

Komputer sudah merupakan alat bantu yang tergolong penting saat ini, kita ambil salah satu contoh pada kegiatan perkantoran, tentunya dengan adanya komputer maka pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Sebagai pengguna atau pemakai komputer tentunya kita juga pernah mengalami masalah dengan komputer. Hal tersebut dapat diakibatkan adanya ketidaksesuaian dari komponen dasar komputer itu sendiri yang biasanya berkaitan dengan Software (perangkat lunak atau aplikasinya), Hardware (perangkat keras) atau Brainware (si pemakai komputer).

Pengertian Troubleshooting Komputer
Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. Pada kesempatan ini kita akan sedikit belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer Anda terutama yang berhubungan dengan Hardware.
Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software, sedangkan untuk permasalahan dengan Brainware, penulis hanya dapat memberikan saran “istirahat dulu deh, he…”.

Teknik dalam Troubleshooting
Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.
1. Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :

  • Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada Motherboard.
  • Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
  • dsb.

2. Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah “jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :

  • Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
  • Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
  • dsb.

Tabel Pendeteksian Masalah
Setelah penjelasan sederhana dari kedua teknik tersebut penulis akan membahas lebih dalam lagi ke teknik Backward, karena bagi pengguna komputer rumahan tentunya teknik ini lebih banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk lebih mempermudah dalam pendeteksian masalah pada komputer Anda, silakan simak tabel berikut :

Komponen Pendeteksian Masalah
1. Power Supply Analisa Pengukuran
2. Motherboard
3. Speaker
4. RAM Analisa Suara
5. VGA Card + Monitor
6. Keyboard Analisa Tampilan
7. Card I/O
8. Disk Drive
9. Disket

Analisa Pengukuran
Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya.

Analisa Suara
Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :

  • Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.
  • Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.
  • Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
  • Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
  • Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
  • Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
    Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

Analisa Tampilan
Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

  • Cara Cepat Mengenali Troubleshooting
    Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan pesan pada monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 atau 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9, yaitu pada Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.
  • Apabila terjadi masalah dan sistem memberikan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.
  • Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai pesan pada monitor atau kode bunyi beep, kemungkinan besar letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

Dengan kedua macam teknik dalam pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya akan lebih memperkaya pengetahuan kita di bidang komputer, jadi jika suatu saat terdapat masalah pada komputer Anda kita dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum membawa ke tempat servis

Tips Cara meningkatkan Performance Windows 7

Windows 7 telah diciptakan dengan kecepatan yang jauh lebih baik dibanding Windows Vista dan versi-versi lain sebelumnya. Tapi tentu masih sangat banyak orang yang tidak puas akan hal tersebut. Saat ini banyak orang yang masih menggunakan komputer atau laptop yang sudah tua dan bila menginstall Windows 7 pada komputer atau laptop tersebut mungkin malah akan lebih lambat dibandingkan bila menggunakan Windows XP. Tapi, walaupun kita tidak dapat membuat Windows 7 mampu bekerja sangat cepat, paling tidak kita bisa mengoptimalkan hingga mencapai kecepatan maksimum yang komputer kita mampu.

Ok, mari kita mulai meningkatkan kecepatan Windows 7, silakan lakukan semua atau sebagian cara-cara berikut!

1)      Matikan Fitur Search Indexing

  1. Klik kanan pada icon Computer di desktop atau di Explorer, pilih Manage
  2. Klik Services and Applications pada jendela Computer Management
  3. Klik dua kali pada Services
  4. Cari Windows Search
  5. Klik Kanan pada Windows Search dan pilih Properties
  6. Pada Startup type pilih Disabled
  7. Klik Apply kemudian OK

1 - Windows Search

Search Indexing berfungsi untuk menyimpan jejak file sehingga bila kita menggunakan atau mencari file tersebut, prosesnya akan berjalan cepat. Fitur ini akan bermanfaat hanya bila kita sering menggunakan Search. Dan dengan mematikan fitur ini, kecepatan Windows akan meningkat.

2)      Mematikan Aero Theme

  1. Klik kanan pada Desktop dan pilih Personalize lalu klik tab Window Color
  2. Hilangkan ceklis pada box Enable Transparency , lalu klik Save Changes

2 - Aero

Interface aero menambah keindahan yang menjadi ciri khas Windows 7, tapi cukup mengurangi performance Windows dan memaksa graphic card untuk bekerja lebih. Jika kita mematikannya akan dapat meningkatkan kecepatan Windows dengan signifikan.

3)      Mematikan Visual Effects

  1. Klik kanan pada Computer di desktop atau di Explorer dan pilih Properties
  2. Klik Advanced System Settings di sebelah kiri untuk memunculkan windows System Properties
  3. Pilih tab Advanced, lalu pada segmen Performance klik Settings.
  4. Hilangkan semua ceklis kecuali 4 terbawah (sebenarnya hanya 3 yang dibutuhkan, kita dapat meng-uncheck pilihan kedua pada 4 pilihan terbawah). Lihat screenshot untuk lebih jelasnya
  5. Sekarang coba logoff Windows dan logon kembali

3 - Visual Effects

Walaupun aero telah dimatikan tapi tetap tersisa berbagi visual effect yang dapat dimatikan dengan aman dan meningkatkan performa Windows. Rasakan peningkatan kecepatannya sekarang.

4)      Mematikan Services yang Tidak Dibutuhkan

  1. Masuk Start Menu, search services.msc, lalu tekan Enter
  2. Klik dua kali pada service yang diinginkan
  3. Di bagian Startup type, pilih Manual (lebih aman daripada Disabled), OK

Berikut ini adalah services yang aman untuk dimatikan:

  • Application Experience
  • Computer Browser (jika komputer Anda tidak terkoneksi dengan network apapun)
  • Desktop Window Manager Session Manager (jika Anda tidak ingin menggunakan efek Aero)
  • Diagnostic Policy Service
  • Distributed Link Tracking Client
  • IP Helper
  • Offline Files
  • Portable Device Enumerator Service
  • Print Spooler (jika komputer Anda tidak terhubung dengan printer)
  • Protected Storage
  • Remote Registry
  • Secondary Logon
  • Security Center
  • Server (jika komputer Anda tidak terkoneksi dengan network apapun)
  • Tablet PC Input Service
  • TCP/IP NetBIOS Helper
  • Windows Error Reporting Service
  • Windows Media Center Service Launcher
  • Windows Search (jika jarang menggunakan Windows Search)
  • Windows Time (jika anda tidak ingin mensinkronkan waktu di komputer dengan waktu di internet secara otomatis)

4 - Services

Services di atas kita konfigurasi menjadi Manual agar tidak secara otomatis aktif saat startup (meningkatkan kecepatan startup) tapi dapat diaktifkan oleh Windows bila diperlukan. Hal ini lebih aman dibandingkan bila memilih Disabled, karena Windows tidak akan bisa mengaktifkannya walaupun tiba-tiba kita butuhkan.

5)      Mematikan User Account Control (UAC)

  1. Dari Control Panel, buka User Accounts
  2. Klik Change User Account Control settings
  3. Geser slidernya ke paling bawah, Never Notify
  4. Klik OK dan restart komputer

5 - UAC

UAC walaupun katanya dapat melindungi dari aktivitas virus dan yang lainnya tapi nyatanya cukup mengganggu kita dan tidak dibutuhkan untuk penggunaan biasa sehari-hari.

6)      Mematikan Fitur yang Tidak Dipakai

  1. Dari Control Panel, buka Programs and Features
  2. Klik Turn Windows features on or off di bagian kiri
  3. Hilangkan ceklis yang tidak kita butuhkan (tergantung penggunaan masing-masing user), lalu restart komputer

6 - Features

Jika kita mematikan fitur yang tidak kita gunakan, akan dapat meningkatkan kinerja Windows tanpa merugikan kita sama sekali.

7)      Mematikan Aero Peek dan Aero Snap

  1. Dari Control Panel, buka Ease of Access Center
  2. Klik Make it easier to focus on tasks pada bagian bawah
  3. Ceklis pada box Prevent windows from being automatically arranged when moved to the edge of the screen
  4. Klik kanan pada taskbar Windows, pilih Properties
  5. Hilangkan ceklis Use Aero Peek to preview the desktop

7a - Aero Snap 

Aero Snap membantu untuk maximize, minimize, dan resize jendela hanya dengan menggeser dan menaruhnya di ujung layar. Sedangkan Aero Peek membuat kita bisa mengintip semua jendela yang terbuka dengan menyembunyikan semua jendela namun outline-nya masih kelihatan. Hal ini sama seperti Show Desktop.

8)      Gunakan High Performance pada Power Plan

  1. Dari Control Panel, buka Power Options
  2. Klik Show additional plans agar muncul pilihan High performance, lalu aktifkan

8 - High performance

Defaultnya, plan yang digunakan adalah Balance yaitu seimbang antara pemakaian energi dan performa. Namun dengan memlih High performance, kita akan menggunakan energi secara lebih namun dapat meningkatkan performa Windows.

9)      Mematikan Thumbnail Preview

  1. Masuk ke Computer di desktop atau di Explorer, klik Organize di atas kiri dan pilih Folder and Search options
  2. Di segmen Files and Folders, masuk ke tab View dan ceklis Always show icons, never thumbnails

9 - Thumbnails

Dengan mematikan fitur ini, kegiatan browsing kita di Windows Explorer akan lebih cepat.

10)   Ubah Registry

Telah dibahas pada postingan sebelumnya, cek di sini

11)   Mematikan Screen Saver dan Wallpaper

  1. Klik kanan pada desktop, pilih Personalize
  2. Klik Screen Saver, pilih None
  3. Klik Desktop Background
  4. Pada menu Location, pilih Solid Colors dan pilih warna yang diinginkan, OK

11a - Screen Saver 11b - Wallpaper

Untuk menampilkan wallpaper dan screen saver, sistem membutuhkan memory. Dengan menghilangkannya, kita dapat menghemat beberapa MB dari memory.

12)   Mematikan Startup yang Tidak Dibutuhkan

  1. Pada Start Menu, search msconfig, lalu tekan Enter
  2. Masuk ke tab Startup
  3. Hilangkan ceklis pada startup yang tidak dibutuhkan (sesuai kebutuhan masing-masing)

12 - Startup

Akan sangat bermanfaat bila kita telah menginstall banyak software di komputer. Sebagian software memiliki komponen yang secara otomatis muncul pada Startup padahal kita tidak membutuhkannya. Dengan mematikannya, startup Windows akan memakan waktu yang lebih sedikit.

13)   Mematikan Suara yang Tidak Dibutuhkan

  1. Pada Start Menu, search mmsys.cpl, lalu tekan Enter
  2. Masuk ke tab Sounds
  3. Pada Sound Scheme, pilih No Sounds, Apply, OK

13 - Sounds

Mematikan suara dapat meningkatkan kecepatan Windows juga.

Itulah cara-cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan Windows 7, walaupun sebagian besar dapat mengurangi keindahan, tapi kita akan mendapatkan imbalan berupa meningkatknya semua proses pada Windows termasuk saat startup dan shutdown Windows. Pada user yang menggunakan komputer lama dan agak lambat, hal ini tentunya akan sangat terasa manfaatnya. Silakan gunakan semua langkah di atas atau sebagian sesuai selera dan nikmati peningkatan speed-nya!

Artikel di atas Bersumber dari : http://blog.jasait.com

Arti Disk Clean up {Disk Clean up di Windows 7}

 

Microsoft Windws 7 merupakan sistem operasi yang sangat lengkap. Berbagai fitur dan kecanggihan dari aplikasi yang ada dalam sistem operasi ini sangat hebat. Dari sekian banyak fitur baru tersebut salah satu yang termasuk jarang digunakan adalah Disk cleanup.

Apa itu Disk Cleanup ….? Disk Cleanup adalah sebuah aplikasi yang disediakan windows 7 untuk membersihkan file-file sampah atau file yang sudah tidak berguna lagi, maka dari itu perlu dibuang atau dibersihkan, karena akan mengurangi space di komputer kita. Tentu saja menghapus file yang tidak berguna tersebut dengan Disk Cleanup sangat berbeda dengan menghapus file secara manual, dengan Disk Cleanup tidak akan mengganggu komputer dan sistem yang Anda gunakan.

image

Adapun langkah yang harus Anda lakukan untuk menghapus file yang sudah tidak berguna yang ada di komputer Windows 7 Anda adalah sebagai berikut:

Klik tombol Start Windows 7 Anda, lalu ketikkan di kolom Search programs and files, Disk Cleanup, lalu Enter. Setelah itu Windows 7 akan akan menampilkan kotak dialog, Disk Cleanup : Drive Selection. Tentukan lokasi atau drive yang akan dibersihkan, misalnya C, lalu klik OK. Biarkan Windows bekerja dan apabila sudah selesai maka akan ditampilkan kotak dialog Disk cleanup. Setelah itu Windows 7 akan menampilkan penyataan Yes dan No, maka untuk melanjutkan proses penghapusan klik Yes.

image

Untuk selanjutnya Anda klik di depan file yang akan dihapus, tentu saja file yang sudah tidak berhuna. Kemudian setelah diberitanda centang didepan file yang akan dihapus tersebut, misalnya di depan Temporary Internet files, Download Program Files dan sebagainya. Klik OK untuk mulai menghapus file tersebut. selesai deh SenyumSenyum sambil berkedip

Artikel Di Atas bersumber dari : http://wss-id.org/blogs/tutang/archive/2010/09/05/disk-cleanup-di-windows-7.aspx